Matahari telah tersadar bahwa aku mencintainya dan membutuhkannya.
Namun, ketika aku bertindak bodoh dan mencoba untuk mendekatinya.
Dia mengingatkan aku bahwa aku bukanlah manusia tahan panas yang mampu berdiri di dekatnya.
Bukan berarti putus asa, akan tetapi itulah takdirku dan takdirnya.
Dia matahari dan aku manusia. ...
Dan diriku pun mulai sadar, tak mungkin mengejar matahari..
aku berfikir...
Apakah ada bedanya, ketika aku hanya diam menunggu dengan ketika aku mengejar bayangannya?
Keduanya sama-sama kosong...
aku pun memutuskan untuk menunggunya dan terus menunggunya
sampai saat kunjungan matahari tiba tanpa harus dikejar, saat matahari menghampiriku di bumi penantian,
dan saat matahari menghanguskan seluruh hidupku demi sebuah cinta dan harapan
Cinta yang aku beri, sepenuh hati... Entah yang aku terima, aku tak perduli...
MATAHARI DAN MANUSIA
21.09 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar